Kenapa ketiak menghitam? Ini penyebab dan cara merawatnya
Jakarta (ANTARA) - Ketiak yang terlihat lebih gelap dari bagian kulit lainnya merupakan kondisi yang cukup umum. Perbedaan warna ini bisa membuat sebagian orang merasa kurang percaya diri, terutama ketika menggunakan pakaian tanpa lengan.
Namun, ketiak yang menghitam tidak selalu berarti kulit kurang bersih. Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan perubahan warna kulit di area tersebut, mulai dari iritasi akibat mencukur hingga kondisi kulit tertentu.
Lantas, apa saja penyebab ketiak menghitam dan bagaimana cara merawatnya?
1. Iritasi akibat mencukur
Mencukur bulu ketiak terlalu sering atau dengan cara yang membuat kulit teriritasi dapat memicu perubahan warna kulit. Gesekan pisau cukur pada permukaan kulit juga bisa menyebabkan iritasi dan peradangan ringan.
Menurut Cleveland Clinic, iritasi akibat mencukur termasuk salah satu faktor yang dapat menyebabkan kulit ketiak menjadi lebih gelap. Gesekan dari pakaian yang terlalu ketat juga dapat memberikan efek serupa.
Karena itu, hindari menggosok atau mencukur area ketiak secara berlebihan. Jika kulit sedang mengalami iritasi, berikan waktu untuk pulih sebelum melakukan perawatan lain.
Ketiak merupakan area tubuh yang sering mengalami gesekan, baik antara kulit dengan kulit maupun kulit dengan pakaian.
Penggunaan pakaian yang terlalu ketat dapat meningkatkan gesekan dan membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi. Jika terjadi berulang kali, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap perubahan warna kulit.
Memilih pakaian yang nyaman dan tidak terlalu ketat dapat membantu mengurangi gesekan pada area ketiak.
3. Produk deodoran tertentu
Deodoran memang digunakan untuk membantu mengontrol bau badan, tetapi pada sebagian orang kandungan tertentu dalam produk perawatan dapat menyebabkan iritasi atau reaksi pada kulit.
Cleveland Clinic menyebut pewangi, pewarna, pengawet, serta sejumlah bahan dalam produk deodoran dan produk cukur dapat berhubungan dengan iritasi dan perubahan warna kulit ketiak.
Jika kulit ketiak menjadi merah, gatal, perih, atau semakin gelap setelah menggunakan produk tertentu, pertimbangkan untuk menghentikan pemakaiannya dan memilih produk yang diformulasikan untuk kulit sensitif.
4. Bekas peradangan pada kulit
Kulit yang sebelumnya mengalami iritasi atau peradangan dapat meninggalkan warna yang lebih gelap setelah kondisinya membaik. Kondisi ini dikenal sebagai hiperpigmentasi pasca peradangan.
Masalah kulit seperti ruam atau dermatitis juga dapat menyebabkan perubahan warna. Karena itu, ketiak yang menghitam tidak selalu disebabkan oleh satu faktor saja.
Jika perubahan warna muncul bersamaan dengan gatal, ruam, rasa perih, atau keluhan lain, sebaiknya periksakan kondisi tersebut kepada tenaga kesehatan.
Warna kulit pada area ketiak juga dapat dipengaruhi faktor genetik. Setiap orang memiliki karakteristik kulit yang berbeda, sehingga warna kulit di area lipatan tubuh tidak selalu sama dengan bagian tubuh lainnya.
Dengan demikian, sedikit perbedaan warna pada ketiak tidak selalu menunjukkan adanya masalah kesehatan.
Salah satu kondisi yang perlu diperhatikan ketika kulit ketiak menghitam adalah acanthosis nigricans. Kondisi ini membuat kulit menjadi lebih gelap, tebal, dan terasa seperti beludru. Area yang sering terkena antara lain ketiak, leher, dan lipatan tubuh.
Acanthosis nigricans dapat berkaitan dengan resistensi insulin dan kondisi seperti pradiabetes atau diabetes. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi karena faktor lain, termasuk faktor keturunan dan obat-obatan tertentu.
Karena itu, jika kulit ketiak berubah menjadi lebih gelap sekaligus terasa lebih tebal atau seperti beludru, jangan buru-buru menganggapnya sebagai masalah kosmetik biasa.
Cara merawatnya1. Jangan menggosok ketiak terlalu keras
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan ketika ingin mencerahkan ketiak adalah menggosok kulit sekuat mungkin.
Padahal, menggosok secara berlebihan justru dapat membuat kulit mengalami iritasi. American Academy of Dermatology (AAD) menyebut penggosokan yang keras tidak dapat menghilangkan acanthosis nigricans dan malah berpotensi memperburuk kondisi kulit.
Perawatan kulit sebaiknya dilakukan dengan lembut. Bersihkan area ketiak secara rutin menggunakan produk yang sesuai dan hindari kebiasaan menggosok kulit sampai terasa perih.
2. Pilih produk yang lebih lembut
Jika kulit ketiak mudah mengalami iritasi, perhatikan kembali produk yang digunakan sehari-hari.
Cleveland Clinic menyarankan memilih produk yang ditujukan untuk kulit sensitif, terutama yang tidak mengandung pewangi atau pewarna yang dapat memicu iritasi pada sebagian orang.
Tidak perlu menggunakan banyak produk sekaligus. Semakin banyak produk yang diaplikasikan, semakin sulit mengetahui bahan mana yang mungkin menyebabkan iritasi jika kulit mengalami masalah.
3. Jaga kulit tetap terawat
Perawatan dasar seperti membersihkan tubuh secara rutin, menjaga kulit tetap lembap, serta menghindari gesekan berlebihan dapat membantu menjaga kondisi kulit ketiak.
Jika menggunakan produk perawatan kulit, pilih yang sesuai dengan kondisi kulit dan gunakan sesuai petunjuk. Hindari mencoba berbagai bahan rumahan yang belum jelas keamanannya hanya karena diklaim dapat memutihkan kulit dengan cepat.
Perubahan warna kulit biasanya membutuhkan waktu untuk membaik. Jadi, tidak perlu memaksakan perawatan yang justru membuat kulit semakin sensitif.
Tidak semua ketiak yang menghitam merupakan tanda penyakit. Namun, perubahan warna yang muncul tiba-tiba, semakin tebal, terasa seperti beludru, atau juga muncul di leher dan lipatan tubuh lainnya sebaiknya diperiksakan.
AAD menyebut acanthosis nigricans dapat menjadi tanda awal masalah kesehatan tertentu, termasuk pradiabetes. Karena itu, perubahan kulit yang tidak biasa sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai persoalan kosmetik.
Mayo Clinic juga menyarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika terjadi perubahan kulit, terutama jika perubahan tersebut muncul secara tiba-tiba.
Pada akhirnya, ketiak yang lebih gelap dapat disebabkan banyak hal dan tidak selalu berkaitan dengan kebersihan. Kebiasaan mencukur, gesekan pakaian, produk perawatan, iritasi, faktor genetik, hingga kondisi kulit tertentu dapat menjadi penyebabnya.
Daripada berusaha memutihkan kulit dengan cara yang terlalu keras, lebih baik fokus menjaga kulit tetap sehat dan menghindari hal-hal yang memicu iritasi. Jika perubahan warna menetap atau disertai perubahan tekstur dan keluhan lain, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dapat membantu menemukan penyebab yang tepat.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.